MATA KULIAH TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL TERNAK


 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

 

Ternak adalah hewan yang dengan sengaja dipelihara sebagai sumber pangan, sumber bahan baku industri, atau sebagai pembantu pekerjaan manusia. Usaha pemeliharaan ternak disebut sebagai peternakan (atau perikanan, untuk kelompok hewan tertentu) dan merupakan bagian dari kegiatan pertanian secara umum.

Ternak dapat berupa binatang apa pun (termasuk serangga dan vertebrata tingkat rendah seperti ikan dan katak). Namun demikian, dalam percakapan sehari-hari orang biasanya merujuk kepada unggas dan mamalia domestik, seperti ayam, angsa, kalkun, atau itik untuk unggas, serta babi, sapi, kambing, domba, kuda, atau keledai untuk mamalia. Sebagai tambahan, di beberapa daerah di dunia juga dikenal hewan ternak yang khas seperti unta, llama, bison, burung unta, dan tikus belanda mungkin sengaja dipelihara sebagai ternak. Jenis ternak bervariasi di seluruh dunia dan tergantung pada sejumlah faktor seperti iklim, permintaan konsumen, daerah asal, budaya lokal, dan topografi.

Kelompok hewan selain unggas dan mamalia yang dipelihara manusia juga disebut (hewan) ternak, khususnya apabila dipelihara di tempat khusus dan tidak dibiarkan berkelana di alam terbuka. Penyebutan “ternak” biasanya dianggap “tepat” apabila hewan yang dipelihara sedikit banyak telah mengalami domestikasi, tidak sekedar diambil dari alam liar kemudian dipelihara. Ke dalam kelompok ini termasuk ngengat sutera, berbagai jenis ikan air tawar (seperti ikan mas, gurami, mujair, nila, atau lele), beberapa jenis katak (terutama bullfrog), buaya, dan beberapa jenis ular. Usaha pemeliharaan ikan umumnya disebut sebagai perikanan atau, lebih spesifik, budidaya ikan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PERTERNAKAN

Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.

Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal.

Kegiatan di bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerau dan kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci dll.

  1. A.    Sejarah Peternakan

Sistem peternakan diperkirakan telah ada sejak 9.000 SM yang dimulai dengan domestikasi anjing, kambing, dan domba. Peternakan semakin berkembang pada masa Neolitikum, yaitu masa ketika manusia mulai tinggal menetap dalam sebuah perkampungan. Pada masa ini pula, domba dan kambing—yang semula hanya diambil dagingnya—mulai dimanfaatkan susu dan wol-nya. Setelah itu manusia juga memelihara sapi dan kerbau untuk diambil kulit dan susunya serta memanfaatkan tenaganya untuk membajak tanah. Manusia juga mengembangkan peternakan kuda, babi, unta, dan lain-lain.

Ilmu pengetahuan tentang peternakan, diajarkan di banyak universitas dan perguruan tinggi di seluruh dunia. Para siswa belajar disiplin ilmu seperti ilmu gizi, genetika dan budi-daya, atau ilmu reproduksi. Lulusan dari perguruan tinggi ini kemudian aktif sebagai dokter hewan, farmasi ternak, pengadaan ternak dan industri makanan.

Dengan segala keterbatasan peternak, perlu dikembangkan sebuah sistem peternakan yang berwawasan ekologis, ekonomis, dan berkesinambungan sehingga peternakan industri dan peternakan rakyat dapat mewujudkan ketahanan pangan dan mengantaskan kemiskinan.

  1. B.     Macam-Macam Hewan Ternak

Adapun jenis-jenis ternak diantaranya sapi, kerbau, sapi perah, domba, kambing, babi, kelinci, ayam, itik, mentok, puyuh, ulat sutera, belut, katak hijau, dan ternak lebah. Masing-masing hewan ternak tersebut dapat diambil manfaatnya. Hewan-hewan ternak ini dapat dijadikan pilihan untuk diternakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Suatu usaha agribisnis seperti peternakan harus mempunyai tujuan, yang berguna sebagai evaluasi kegiatan yang dilakukan selama beternak salah atau benar. Contoh tujuan peternakan yaitu tujuan komersial sebagai cara memperoleh keuntungan. Bila tujuan ini yang ditetapkan maka segala prinsip ekonomi perusahaan, ekonomi mikro dan makro, konsep akuntansi dan manajemen harus diterapkan. Namun apabila peternakan dibuka untuk tujuan untuk pemanfaatan sumber daya, misalnya tanah atau untuk mengisi waktu luang tujuan utama memang bukan merupakan aspek komersial, namun harus tetap mengharapkan modal yang ditanamkan dapat kembali.

  1. C.    Manfaat Beternak

Manfaat yang dapat diambil dari usaha beternak kambing selain diambil dagingnya, kambing dapat dimanfaatkan kulitnya, kotorannya dan tulangnya. Bahkan jenis-jenis kambing tertentu dapat dimbil susunya, bulunya untuk kain wol.

Manfaat yang dapat diambil dari usaha beternak lebah Apis mellifera yang bibit awalnya didatangkan dari Australia adalah jasanya untuk polinasi (penyerbukan), banyak pemilik perkebunan di luar Indonesia yang menyewa koloni lebah dari peternak untuk melakukan penyerbukan di perkebunannya. Perkebunan yang sering menyewa koloni lebah adalah perkebunan apel.

Beternak kelinci juga banyak memiliki manfaat, diantaranya yaitu daging yang dapat diambil untuk menambah gizi keluarga, penambah penghasilan keluarga, kulit kelinci dapat dijual untuk bahan industri, kotoran serta air kencingnya dapat kita jual untuk dijadikan pupuk tanaman serta untuk bahan bakar biogas.

  1. D.    Manajemen pemeliharaan ternak

Manajemen pemeliharaan ternak diperkenalkan sebagai upaya untuk dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemilik peternakan. Dalam manajemen pemeliharaan ternak dipelajari, antara lain :Seleksi Bibit, Pakan, Kandang, Sistem Perkawinan, Kesehatan Hewan, Tata Laksana Pemeliharaan dan Pemasaran. Pakan yang berkualitas baik atau mengandung gizi yang cukup akan berpengaruh baik terhadap yaitu tumbuh sehat, cepat gemuk, berkembangbiak dengan baik, jumlah ternak yang mati atau sakit akan berkurang, serta jumlah anak yang lahir dan hidup sampai disapih meningkat. Singkatnya, pakan dapat menentukan kualitas ternak. Selain itu berdasarkan penelitian, hasil dari kualitas pupuk dari ternak potong dengan ternak perah berbeda. Ternak yang diberi makanan bermutu (seperti ternak perah)akan menghasilkan pupuk yang berkualitas baik, sebaliknya ternak yang makanannya kurang baik juga akan menghasilkan pupuk yang kualitasnya rendah.

  1. E.     Pelayanan Kesehatan Hewan dalam Hukum

Undang-undang pokok kesehatan hewan adalah undang-undang peternakan dan kesehatan hewan no.6/1997[13] dan PP no.15/1978 tentang produksi dan distribusi obat hewan serta berbagai instruksi Menteri Pertanian dan Dirjen Peternakan tentang pelayanan kesehatan hewan. Undang-undang karantina dan PP tentang perkarantinaan juga dimasukkan kedalam usaha pelayanan kesehatan hewan.

  1. F.     Cara Beternak Khas di daerah Indonesia

Setiap daerah memiliki budaya ternak sendiri, budaya Timor Tengah Selatan, dalam hal pemeliharaan ternak, umumnya penduduk yang diteliti masih memiliki kecendrungan untuk melepas saja hewan-hewan ternak peliharaan mereka dipadang rumput pada siang hari. Begitu pula di Maluku, bidang peternakan belum menjadi sebuah bidang yang ditekuni oleh masyarakat. Yang ada hanyalah peternakan-peternakan biasa tanpa adanya suatu sistem tertentu. Pada umumnya jenis-jenis hewan ternak yang dipelihara, diantaranya adalah : kambing, ayam dan itik. Hewan-hewan ini dibiarkan bebas berkeliaran tanpa kandang. Di Lampung, hewan-hewan ternak dibiarkan bebas berkeliaran, dan setelah beberapa tahun kemudian, mereka ditangkap dan dimasukkan kedalam kandang, dihitung jumlahnya dan diberi tanda milik pada tubuhnya.

2.2 LOTTE GROUP

Lotte tumbuh menjadi perusahaan yang mewakili Korea di berbagai bidang seperti distribusi makanan dan rekreasi. Saat ini, perusahaan ini sedang berkembang menjadi perusahaan global yang memperkaya kehidupan orang-orang di seluruh dunia.

Didorong oleh normalisasi hubungan diplomatik antara Korea dan Jepang pada tahun 1965, Pemilik Lotte, Shin Kyuk-ho,  seorang pengusaha Korea, yang unit usahanya kebanyakan beroperasi di Jepang, membuat investasi berani dengan mendirikan Grup afiliasi bisnis pertama, Lotte Confectionery di Korea. Pada saat itu, Korea adalah negara yang sedang berkembang karena sisa-sisa Perang Korea. Investasi Mr. Shin adalah sebuah langkah pertama menuju modernisasi besar-besaran industri makanan.

- 1967 Lotte Confectionery diperkenalkan

- 1968 Lotte Aluminium dimulai

Pada tahun 1970-an, perusahaan melakukan langkah besar sebagai bisnis makanan terbesar, mendirikan Lotte Chilsung Beverage, Lotte Samkang. Lotte Ham & Milk, dan Lotteria. Selain itu, Lotte memelopori industri ritel dan  pariwisata nasional dengan meluncurkan Lotte Hotel dan Lotte Shopping. Tahun-tahun berikutnya, perusahaan juga memperkenalkan Lotte Engineering & Construction, Honam Petrokimia, Lotte Engineering & Machinery, dan Lotte Trading.

- 1973 Lotte Hotel dibuka

- 1973 Lotte Engineering & Machinery dan Lotte Pioneer didirikan.

- 1974 Lotte Trading didirikan

- 1974 Mengakuisisi Chilsung Han-mi Beverage dan mengubah namanya menjadi Chilsung Lotte Beverage

- 1976 Mengakuisisi Honam Petrokimia

- 1978 Mengambil alih Samkang dan mengubah nama menjadi Lotte Samkang

- 1978 Lotte Ham & Milk Diluncurkan.

- 1978 Mengambil alih Pyunghwa Construction dan mengubah namanya menjadi Lotte Engineering &   Construction

- 1979 Lotteria didirikan.

- 1979 Lotte Shopping dimulai

Pada tahun 1980’s, Lotte mencapai titik kompetitif dalam distribusi, pariwisata, dan industri makanan, dengan berhasil mendapatkan peringkat dalam  sepuluh-besar kelompok bisnis Korea. Hal ini juga meletakkan dasar untuk mendorong dirinya ke pasar global dengan melakukan diversifikasi sektor usaha. Pada periode ini, Lotte menyelesaikan pembangunan Lotte World, mendirikan Lotte Hotel di Busan dan Lotte Moolsan, dan menuangkan energi maksimum untuk memperkuat daya saing dalam industri pariwisata. Didirikannya Lotte Canon dan Korea Fujifilm mempercepat peluncuran bisnis tekhnologi tinggi. Lotte Giants dan Daehong Communications didirikan untuk memperbaharui seluruh infrastruktur budaya perusahaan. Lotte R & D Center dan Lotte Merchandising Service Center didirikan untuk menambah intensitas penelitian dan pengembangan untuk produk-produk baru serta keterampilan dalam bisnis.

- 1980 Didirikannya Lotte Freezing, mengakuisisi Korea Fujifilm

- 1982 Didirikannya Daehong Communications

- 1982 Didirikannya Lotte Giants

- 1982 Didirikannya Lotte Moolson1983

- 1983 Didirikannya Lotte R & D Center

- 1983 Didirikannya Merchandising Lotte Service Center

- 1984 Didirikannya Lotte Hotel di Busan

- 1985 Didirikannya Lotte Canon

- 1988 Mengakuisisi Korea Seven

- 1989 Didirikannya Lotte World Promotion Department

Sewaktu Korea masih dalam masa pemulihan dari Perang Korea, Lotte, pada 1960-an, mulai membangun dirinya sebagai pelopor bisnis. Sejak tahun-tahun awal tersebut, Lotte Group telah tumbuh menjadi entitas bisnis kelas satu yang kompetitif, tangguh dalam sektor makanan, ritel, pariwisata, konstruksi dan kimia berat. Tak satupun yang puas begitu saja, Lotte telah mulai menerapkan rencana untuk industri tekhnologi tinggi, berbasis di struktur keuangan yang solid, sistem manajemen yang inovatif, dan investasi yang kuat. Pada saat yang sama, Lotte juga tumbuh sebagai bisnis kelas dunia dengan kehadirannya sekarang di Cina dan Rusia. Tetapi pada intinya, Lotte menyadari pentingnya menempatkan prioritas pada nilai-nilai pemegang saham, dengan berusaha untuk memaksimalkan laba melalui manajemen yang bertanggung jawab, kegiatan operasional yang menguntungkan, dan respon kreatif terhadap perubahan dalam lingkungan bisnis.

- 2000 Lotte.com dimulai

- 2000 Lotte Boulangerie didirikan

- 2001 Mengakuisisi IY & F dan mengubah nama menjadi Lotte Pharmaceutical

- 2002 Mengakuisisi Star Food

- 2002 Mengakuisisi Dongyang Card dan mengubah nama menjadi Lotte Card

- 2004 Pendirian Lotte Shopping KKD Head Quarter

- 2004 Mengakuisisi KP Chemical

- 2005 Pendirian Daesan Lotte Petrochemical Corp

(Akuisisi dari 2nd Complex Hyundai Petrochemical Co)

- 2005 Mengakuisisi Wellga

- 2006 Mengakuisisi Woori Homeshopping

- 2008 Mengakuisisi Makro Indonesia

Cabang pertama perusahaan adalah cabang Gangbyeon. Cabang tersebut dibuka pada bulan april 1998 di Guui-Dong, Gwangjin-gu, Seoul. Penjualan dari Lottemart ini melebihi 1 Triliun Won pada akhir tahun 2000, memecahkan rekor penjualan maksimum dalam periode terpendek. Pada Desember 2006, Lotte membuka cabang ke 50 di Bupyeong, yang juga menorehkan prestasi historis untuk membuka toko rabat dalam jangka waktu terpendek. Di dalam lingkungan yang berkembang pesat, cabang Lottemart ke 63 telah mulai beroperasi pada Januari 2008. Pada 2013, sekitar 110 cabang di korea akan berorientasi untuk merealisasikan penjualan 10 trilyun won.

Sebagai tambahan, saham PT Makro Indonesia yang mengoperasikan 19 Supermarket Makro telah di akuisisi pada bulan Oktober 2008. Untuk pertama kalinya, Lotte mengoperasikan pasar distribusi di Indonesia sebagai Bisnis Distribusi Domestik. Sementara itu cabang pertama LotteMart juga telah dibuka di Saigon selatan, Ho Chi Minh, Vietnam pada 18 Desember 2008, dengan periode persiapan selama 2 tahun. Seperti yang anda lihat, Lottemart sebenarnya adalah Bisnis Distribusi berskala Global yang mengoperasikan 29 cabang di 3 negara, yaitu : China, Indonesia, dan Vietnam.

Pada puncak prestasi tersebut, Lottemart melangkah menuju usaha multi dimensional untuk menemukan sebuah mekanisme baru dan dinamis sebagai persiapan untuk kejenuhan bisnis dalam toko rabat domestik yang akhirnya akan terjadi dalam 4-5 tahun. Pertama-tama, Lottemart mengakhiri kontrak lisensi dengan Toys-R-Us, toko mainan terbesar di dunia, pada Desember 2007. Lotte membuka 4 toko di Guri, Incheon, Samsan, and Jamsil World mulai dari Guri Lottemart pada 8 Desember 2007.

Lebih jauh, Lotte Mart mengarah untuk membuka lebih dari 20 toko Toys-R-Us sampai 2012 (Toko eksklusif dengan luas area kurang lebih 3.305,8 m2. Selain itu, toko mainan dari Lotte Mart akan beroperasi sebagai “kotak mainan” ( toko dalam toko dengan luas area 165,29 m2) sampai 2010.

Area distribusi di anggap sebagai lahan kritis untuk bersaing dalam dunia toko rabat di bawah sistem jaringan dengan banyak toko. Lagipula, pusat distribusi telah dibuka di Osan Gyeonggi-do pada November 2007. Ini merupakan yang terbesar di Asia dengan area seluas 85.600 m2, seukuran dengan 12 kali lapangan sepakbola internasional yang dibangun di area seluas 108.900 m2. Juga, Pusat distribusi terbesar dengan area 55.000 m2 telah dibuka di wilayah selatan di Gimhae, Gyeongnam pada akhir Desember 2008. Fasilitas tersebut menjadi pusat untuk distribusi 110 cabang di Korea. Saat ini, LotteMart menggunakan sumber daya untuk menghadapi tantangan baru.

2.3 CONTOH PRODUK OLAHAN TERNAK YANG ADA DI LOTTE MART

A.  Biosekuriti Produk Pangan

Bio: hidup, Sekuriti: aman dari ancaman bibit penyakit.

Biosekuriti adalah semua tindakan teknis maupun manajemen yang dilakukan untuk pencegahan penyakit dan organisme penyebab penyakit khususnya penyakit  zoonosis selama proses dari tindakan paling awal hingga siap dikonsumsi oleh manusia. Biosekuriti bidang Peternakan (from farm to the table). Selama proses dari peternakan hingga siap disajikan untuk dikonsumsi manusia.

B. Cakupan Dari Biosekuriti

v  Biosekuriti Konseptual

Merupakan tingkatan pertama yang berupa program yang merupakan basis dari seluruh kegiatan pencegahan penyakit. Meliputi manajemen Peternakan, manajemen pemasaran, pananganan dan pengolahan.

v  Biosekuriti Struktural

Meliputi hal-hal yang berhubungan dengan tata letak alur kerja. Meliputi tata letak, pemisahaan batas-batas sanitasi, saluran pembuangan limbah, jalan alternatif, perangkat sanitasi, instalasi penyimpanan, hingga pemasaran.

v  Biosekuriti Operasional

Merupakan implementasi prosedur langkah demi langkah manajemen untuk pencegahan kejadian penyebaran pengakit dan agen penyebab penyakit di dalam Peternakan, tempat penanganan dan pengolahan (RPH/RPU), pasar swalayan atau tradisional. Kegiatan ini dapat disesuaikan dengan timbulnya penyakit mendadak.

v  Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam biosecurity antara lain :

Ketiadaan  penyakit  dan agen penyebab penyakit.

Jaminan zero risk/ ketiadaan resiko bagi konsumen melalui persyaratan tertentu.

Tiada resiko  bagi pelaku bisnis melalui persyaratan tertentu.

Jaminan bagi tiadanya resiko bagi operator/karyawan.

C. Penerapan Biosekuriti Terhadap Cemaran Mikroba Dalam Menjaga Keamanan Pangan

Penerapan Biosekuriti dimaksud adalah untuk menjamin tidak ada cemaran mikroba di Peternakan (kegiatan produksi) dan di proses pengolahan serta  menjamin keamanan karyawan dan pengusaha hingga adanya jaminan produk yang dihasilkan tidak membahayakan konsumen.

Pemeriksaan cemaran mikroba yang ditujukan untuk mengetahui tingkat hygienis pengolahannya. Tujuan lain dilakukan pengujian cemaran mikroba adalah :

Untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat terutama dalam jaminan keamanan pangan. Mewujudkan jaminan mutu dari bahan makanan asal hewan. Mendukung perkembangan agroindustri dan agribisnis.

DAFTARPUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Ternak

http://id.wikipedia.org/wiki/Peternakan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s